Sabtu, 31 Desember 2011

Obat Herbal Perut Kembung


Pada postingan kali ini rumah obat tradisional akan berbagi tentang obat herbal unutk mengatasi perut kembung.

Perut kembung merupakan ganguan pencernaan yang disebabkan oleh gas yang berkumpul di lambung atau usus sehingga perut terasa “begah” dan tidak nyaman . Gangguan ini dapat merupakan tanda atau gejala penyakit lain.


Perut kembung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti radang lambung, sumbatan usus, proses pencernaan yang kurang sempurna, masuk angin, dan makan tergesa-gesa atau sambil bicara. Perut kembung dapat ditandai dengan gejala antara lain perut terasa penuh, ‘begah’, atau kencang. Kadang-kadang diikuti dengan mual, muntah-muntah, atau bersendawa.

Pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan yakni,
1.  Hindari untuk makan makanan yang banyak mengandung gas, seperti kol, buncis, nangka, minuman bersoda, atau permen karet.
2. Makan lebih perlahan serta minum minuman yang hangat.
3.  Setelah makan jangan langsung duduk. Cobalah berjalan sebentar agar gas tidak mengumpul di lambung dan usus.

Obat herbal yang dipakai unutk mengatasi perut kembung , antara lain sebagai berikut;

Resep 1 Obat Herbal  Untuk Perut Kembung
Bahan:
Kencur ............ 250 gr
Cengkih .......... 10 butir
Kapulaga ........ 7 butir
Sereh .............. 2 batang
Cara meramu:  
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kencur. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Resep 2 Obat Herbal Untuk Perut  Kembung
Bahan:
Temulawak ....................... 25 gr
Jahe .................................. 15 gr jahe
Kulit jeruk mandarin .......... 7 gr  kering
Gula aren secukupnya
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis temulawak dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Kunyit  ....................20 gr
Jahe ......................... 10
Adas ......................... 1 sdt
Daun mint ................ 5 lembar
Cara Meramu:
Aturan Pakai:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kunyit dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Pilih salah satu resep berdasarkan ketersediaan bahan dan lakukan secara teratur.

Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi semuanya, dan bagi anda yang memrlukan bahan obat tradisional, obat herbal dapat berkunjung ke toko herbal keraton disini.


Tulisan diambil dari buku Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit Karya Prof.Hembing Wijaya Kusuma.


Obat Tradisional Malaria

Obat tradisional malaria merupakan artikel yang akan diposting pada kesempatan kali  ini. Semoga informasi  ini berguna bagi Anda yang mencari resep penyembuhan malaria  dengan menggunakan ramuan alami.

Malaria merupakan salah satu penyakit parasit menular dan mewabah yang banyak diderita masyarakat di wilayah tropis tropis dan sub tropis, terutama di daerah rawa. Dalam kondisi parah, penyakit ini dapat menelan korban jiwa.

Sakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles , yaitu setelah menggigit orang yang sudah terserang sakit malaria kemudian menghisap/mengigit orang yang masih sehat.


Gejala dan tanda-tanda penderita malaria sangat khas, yaitu;
1.       serangan yang mendadak dingin (menggigil)
2.       Panas badan semakin naik
3.       Kepala terasa pening sekali terutama saat badan terasa panas
4.       Kadang kala disertai muntah-muntah
5.       Denyut nadi cepat
6.       Badan terasa pegal
7.       Banyak keluar keringat

Biasanya setelah keluar banyak keringat, panas menjadi turun. Penderita biasanya sangat pucat dan lemah karena parasit menyerang butir-butir darah merah. Limpa terasa agak besar, malah bagi orang yang sakitnya sudah lama (kronis) limpanya benar-benar besar.

Penderita sebaiknya berpantang untuk tidak dimandikan dulu, cukup dilap dengan air hangat, dan jangan sampai kehujanan. Jangan makan makanan yang pedas atau berbumbu yang merangsang, serta jangan minum minuman yang beralkohol. Makan makanan yang lunak dan jangan memijat bagian perut.

Obat tradisional malaria yang digunakan bisa menggunakan resep sebagai berikut:

Bahan:
Sambiloto ..................................... ½ genggam
Kulit batang pule ........................... 1 jari tangan
Temu hitam sebesar telur ayam ...... 1 biji
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil temu hitam dan kulit batang pule. Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Bahan:
Batang brotowali ...................... 2 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik ..... 1 biji
Kulit batang pule ....................... 2 jari tangan
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil .Kemudian  rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
 Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Bahan:
Daun pepaya agak muda ..... 1 lembar
Meniran ............................... 3 batang
Temu hitam .......................... 1 biji
Lengkuas merah ................... 1 jari tangan
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil daun pepaya serta meniran juga iris tipis temu hitam, lengkuas merah. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas 

Demikian postingan yang “rumah obat tradisional” bisa bagi kali ini semoga memberi manfaat bagi yang membutuhkan.
Untuk malaria kronis bisa baca di postingan Obat Tradisional Malaria Kronis di sini.
Dan bagi Anda yang mencari obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke sini.


Terima kasih untuk :
-          R. Broto Sudibyo Bsc, Ramuan Tradisional ala Eyang Broto
-          Prof.H.M. Hembing Wijaya Kusumah, Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit


Kamis, 29 Desember 2011

Obat Tradisioanal Sariawan

Obat tradisional sariawan  yang akan dibagi pada postingan kali ini menggunakan herbal yang banyak ditemui di temui di pekarangan rumah, bahkan mudah dicari di pasar tradisional.
Sariawan pada mulut merupakan luka pada jaringan lunak di dalam mulut. Dapat terjadi pada lidah, langit-langit, tonsil, gusi, pipi bagian dalam, atau pada bibir. Biasanya berupa tukak kecil berbintik-bintik putih dengan tepi berwarna merah. Walaupun termasuk penyakit ringan dan mudah sembuh tetapi sariawan mempunyai kecendrungan berulang.

Sariawan mulut dapat disebabkan kekurangan zat gizi besi, vitamin B12, atau vitamin C. Dapat juga timbul karena lidah tergigit, alergi makanan tertentu, dan gangguan hormonal seperti ketika stres dan haid. Juga bisa terjadi karena perut kurang bersih karena sembelit (susah buang air besar).


Pencegahan dan perwatan yang dilakukan antara lain :
1.       Menjaga kebersihan mulut, cukup istirahat, dan menghindari stres.
2.       Konsumsi makanan yang lembut, sepeti bubur, buah dan sayuran segar, terutama yang banyakmengandung vitamin C.
3.       Hindari makanan yang pedas, panas, asin, keras, dan alkohol.

Obat tradisional  sariawan bisa mengunakan daun saga, daun sirih, asam jawa dan kunyit. Resep lengkapnya bisa dilihat dibawah ini, pilih sesuai dengan bahan yang mudah didapat.

Bahan :
Daun saga ......................... 1 sendok makan
Daun sirih setengah tua ..... 3 lembar
Kunyit ................................ sebesar telur ayam
Gula batu .......................... sebesar telur itik
Cara meramu:
Kunyit dikupas, dicuci dan diiris tipis. Setelah daun sirih, daun saga dicuci, masukan semuanya ke dalam 4 gelas air, dan rebus sampai tersisa sekitar 2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas. Sisa jamu bisa dipanaskan agar tidak basi.

Bahan :
Daun saga segar  .......... 20 gr
Kunyit ........................... 20 gr
Asam jawa tanpa biji ..... 20 gr
Gula aren ...................... secukupnya
Cara meramu :
Cici bersih semua bahan, iris tipis-tipis kunyit. Rebus semua bahan dengan 400 ccair hingga tersisa sekitar 200 cc. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Setelah dingin minum ramuan 2-3 kali sehari.

Pilih salah satu resep diatas dan lakukan secara teratur.
Demikian informasi yang rumah obat tradisional bisa bagi kali ini, semoga bermanfaat. Dan bagi Anda yang mencari bahan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke toko herbal keraton  di sini.


Terimakasih kepada :
 1. TRUBUS383/0KT 2001/Rubrik obat tradisional asuhan R.Broto Sudibyo
2. Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit Karya Prof.H.M.Hembing Wijaya Kusuma


Broto Sudibyo, Sang Pengobat Tradisional Tiga Jaman

Dikalangan pengobat tradisional tanah air namanya sudah tak asing lagi. Harap maklum beliau seringkali memberikan pelatihan tanaman obat dari ujung Sumatra hingga Papua. Lembaga tempat Ia bekerja sejak 1978, RS Bethesda , memang mempunyai program pelayanan  kesehatan dengan membentuk kader kesehatan desa. Salah satu wujudnya , ya pelatihan tanaman obat.

Tak berlebihan jika Ia ditunjuk sebagai  kepala Bidang Pelayanan  ketika pemerintah membentuk Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T), kebetulan SP3T  Provinsi Yogyakarta dipusatkan di RS Bethesda. Sebelumnya, “Selama 5 tahun saya diminta menyebarluaskan pengobatan tradisional sebagai bentuk program rumah sakit tanpa dinding dan pelayanan kesehatan pedesaan,” tutur penghobi mancing laut ini.


Itulah R.Broto Sudibyo Bsc , yang sejak umur 10 tahun belajar tanaman obat, baru kemudian mengenyam pendidikan kesehatan ala barat. R.Broto Sudibyo di lahirkan di Yogyakarta pada tanggal 31 agustus 1920.Beliau menyelesaikan pendidikan dasar di H.I.SYogyakarta pada tahun 1934. Kemudian melanjutkan di Verpleger School (Sekolah Perawat) di Central by Zieken Zorg (Simpang Surabaya) dan lulus tahun 1939.

Pada tahun 1941 beliau magang kerja di pabrik farmasi J Van Gorkom, selanjutnya beliau melanjutkan studi kembali di Izi HookooKai tentang obat tradisional dan lulus pada tahun 1944.Lalu pada tahun 1955 beliau mendapatkan gelar sarjana muda di Sekolah Tinggi Ilmu Perawat.

Pengetahuan tanaman obat yang luas dan kemampuan meracik obat tradisional diperoleh di luar bangku sekoah. Yang pertama kali memperkenalkan tanaman obat kepada Broto kecil adalah sang kakek. Mungkin bagai air cucuran atap yang akhirnya jatuh ke pelimbahan juga, Rio Mangkuhusodo, begitu nama sang kakek, dikenal sebagai ahli pengobat tradisional di Keraton Yogyakarta.

Kenangan yang selalu terpatri di benak Broto adalah , “Kalau pergi ke makam raja-raja di Imogiri, eyang mengajak saya mengitari makam itu. Di sekelilingnya waktu itu memang banyak tanaman obat. ’Ini lo yang namanya sambiloto, itu lo kejibeling’,” kata ayah 11 anak itu meniru ucapan sang kakek. Selain itu RioMangkuhusodo juga mengajarkan cara meramu obat tradisional.

Pengetahuan itu lebih terasa manfaatnya ketika ia di tempatkan di rumah sakit di Samarinda selesai menamatkan sekolah perawat Verpleger school  di Surabaya pada tahun 1940. Ketika itu obat-obatan sulit diperoleh. Sementara beragam penyakit mewabah seperti  malaria, disentri, dan kaki gajah. “Kalimantan kan banyak menyimpan tanaman obat dan saya gunakan untuk mengatasi kelangkaan obat modern,” ujarnya. Pemimpin rumah sakit waktu itu dr Avecelamand malah memberikan simpati terhadap langkah broto.

Rasa simpati itu antara lain diwujudkan dengan memberikan berbagai buku tanaman obat. Buku-buku itulah yang dibaca dan dipelajarinya. Dokter asal Belanda itu terus mengasah wawasan Broto dengan memberikan ” ujian lisan”. “Setiap setengah bulan saya dievaluasi. Betul nggak menyebut nama latin, kandungan, manfaat, dan ciri-ciri tanaman,” kata kakek 18 cucu itu. Bahkan pada 1941 dokter itu membawa Broto ke Belanda untuk memperdalam tanaman obat. Selama 3 bulan di negeri kincir angin itu, ia banyak berdiskusi dengan pakar botani tanaman obat.

Broto seolah ditakdirkan untuk mempelajri obat tradisional. Pada jaman penjajahan  Jepang,  pemimpin RS Samarinda dr Hirano menawarkan kepada pehobi  jalan kaki itu untuk belajar pengobatan tradisonal di singapura. Hirano mempunyai rekan dokter yang juga sinshe di negeri jiran itu. Selama Sebulan Broto yang kala itu hampir berusia 24 tahun memperdalam tanaman obat. “Ketertarikan saya terhadap obat tradisional semakin berkembang,” tuturnya.

Wawasan soal tanaman obat terus terasah setelah ia menikahi Helena. Sebab, kakek istrinya itu ternyata seorang sinshe. Broto tak menyia-nyiakan kedekatannya dengan kakek barunya. Ia terus menimba pengetahuan. Pada  1950-an Broto yantg mantan tentara itu pindah ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Melihat sepak terjang Broto dipengobatan tradisional, dr Leimena-menteri kesehatan waktu itu-kepincut. Ia meminta Broto bergabung dengan Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan.
Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Perawat itu kembali bertugas di Samarinda hingga pensiun pada 1976. Pensiun bukan berarti berdiam diri. Ia masih aktif mengajar akupuntur dan tanaman obat di RS Bethesda, RS Elizabeth, serta Lembaga Meditasi dan Ilmu Prana. Disamping itu beberapa tahun  beliau aktif mengasuh rubrik Obat Tradisional di Majalah TRUBUS.

Masyarakat yang berharap sembuh dari sakit juga terus dilayaninya dengan memberikan resep-resep tanaman obat. Namun Broto Sudibyo tak lupa berenang di pantai untuk mempertahankan kesegaran tubuh. “Ini anugrah Tuhan,” tuturnya lebih lanjut.

Admin rumah obat tradisioanl memiliki kesan yang mendalam terhadap Eyang Broto. Resep obat tradisional  yang ditulis beliau mudah dimengerti dan dipraktekan dan hasilnya memang luar biasa. Pengalaman selama menggunakan obat tradisional baik untuk diri sendiri maupun untuk seluruh anggota keluarga dengan menggunakan resep dari Eyang  Broto mendatangkan hasil kesembuhan yang menambah keyakinan akan keampuhan pengobatan tradisional.

Resep obat tradisional Eyang Broto, admin peroleh dari koleksi majalah trubus di rubrik pengobatan tradisioanal yang di asuh oleh Eyang Broto Sudibyo  antara tahun 2000-2002.
Selain itu Eyang Broto Sudibyo meninggalkan karya buku yang beliau tulis sendiri, antara lain:
-          -  Buku Pedoman Pengobatan Tradisional Terpadu
-          -  Ramuan Obat Tradisional (Jlid 1 dan 2)
-          -  Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Obat dan Gizi
-         -   Ilmu Penyakit dan Pengobatannya dengan Jamu
-          -  Buku Pedoman Kader Kesehatan Desa
-         -   Pembudidayaan Tanaman Empon-emponan
-         -   Ramuan Tradisional Ala Eyang Broto, terbitan Penebar Swadaya 

Demikian sekelumit perjalanan hidup sang ahli pengobatan tradisioanal Broto Sudibyo yang mengalami  hidup di penjajahan belanda, jepang dan di masa setelah Indonesia merdeka, sehingga admin berpendapat beliau hidup di 3 jaman yang berbeda, Jika penulisan judul kurang pas mohon dimaafkan.

Dan jika Anda memerlukan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke Toko Herbal Keraton di sini.

Terimakasih kepada: TRUBUS 382/sept 2001



Sabtu, 10 Desember 2011

Khasiat Tanaman Obat Sembukan


Manfaat Sembukan (Paederia scandens) sebagai  obat tradisional untuk perut kembung sudah jelas. Namun, khasiat sebagi penawar racun (detoksifikasi) belum banyak yang tahu. Herba ini melindungi hati dari zat beracun seperti fosfor organik yang terdapat pada produk pertanian. Ia juga meningkatkan sel darah putih yang berkurang(Leukopenia) akibat terapi radiasi.

Tanaman Obat Sembukan mudah didapat. Ia biasa tunbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar, atau di tebing sungai mulai ketinggian 1 – 2.100 m dpl. Herba merambat ini kerap ditanam di pagar rumah. Karena daunnya berbau busuk bila dirtemas, orang sumatra menyebutnya daun kentut, dinamakan kahitutan oleh orang sunda, atau kasembukan oleh orang jawa. Nama daerah lainnya adalah bintaos (madura), gumi siki (ternate,  ji shi teng (china),  dan di perdagangkan dengan nama chinese fevervine  herb.


Tanaman ini merupakan herba tahunan berbatang memanjat, panjang 3 – 5 meter, daun pangkal berkayu, daun tunggal, bertangkai  1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daun bulat telur sampai lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5 cm dan lebar 2 – 7 cm. Permukaan atas daun berambut atau gundul dengan tulang menyirip.

Bunganya majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tabung ungu, buah bulat, warna kuning mengkilap, diameter 4 – 6 mm. Daun bisa dimakan sebagai lalap atau disayur.

Anti Racun
Kandungan kimia herba ini, asperuloside, deasetilasperuloside, paederoside, scanderoside, asam paederosidik, dan arbutin. Ia juga mengandung gamma sitosterol, asam oleanolik dan minyak asiri.
Rasa Daun sembukan manis, asam, dan mempunyai afinitas ke meridian limpa, lambung, paru, dan hati. Faedah lain memperkuat lambung dan memperbaiki fungsi pencernaan. Ia juga mempunyai efek analgetik (menghilangkan rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh urin), mukolitik (peluruh dahak), stomatik (penambah nafsu makan), ekspektoran (menghentikan batuk), antipiretik (menghilangkan panas), antibiotik, anti radang, antiracun, serta melancarkan aliran darah dan aliran energi vital.

Sedangkan menurut Ir.W.P.Winarto pada bukunya "Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal",Sembukan mempunyai efek farmakologi sebagai :analgesik (penghilang rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh kencing), penambah nafsu makan, antibiotik, anti radang, obat batuk, obat cacing, menghilangkan racun (detoksifikasi), dan peluruh dahak (mucolitik). 

Untuk pemakain sehari-hari , daun sembukan diindikasikan untuk menambah nafsu makan. Selain itu sembukan dipergunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi perut kembung, kurang gizi pada bayi akibat gangguan pencernaan, serta mengatasi nyeri akibat tersumbatnya energi vital dan aliran darah. Efek analgetiknya berkhasiat mengatasi nyeri pasca oprasi, nyeri akibat organ kandungan, nyeri syaraf, rematik, terbentur patah tulsang, keseleo, atau nyeri akibat kolik pada usus, empedu dan ginjal.

Pasien terapi penyinaran akibat kanker sebaiknya minum rebusan tanaman obat tradisional ini. Tujuannya, agar jumlah sel darah putih (leukosit) tidak menurun.

Herba ini dapat dipakai sebagai obat luar maupun dikonsumsi. Untuk obat luar, tanaman obat sembukan menyembhkan luka, borok, bisul, asbes, bekas gigitan serangga, dan ular berbisa. Caranya, cuci bersih batang dan daun segar lalu digiling halus kemudian diborehkan pada luka.

Untuk minum, ambil daun sembukan sebanyak 15 – 60 gram batang dan daun kering, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa sekitar separuhnya. Setelah dingin disaring dan langsung di minum sekaligus. Ampasnya boleh direbus sekali lagi untuk diminum sore hari. Air rebusannya juga dapat digunakan untuk mencuci luka atau eksim. Namun minum rebusan herba ini akan menimbulkan bau yang khas pada hawa napas dan urine si pemakai.

Kegunaan lain sembukan adalah sebagai berikut:
1. Obat tradisional untuk perut kembung, kejang (kolik) kandung empedu dan pencernaan
2. Obat tradisional untuk bronkhitis, batuk (whooping cough)
3. Obat tradisional untuk rematik, luka akibat benturan, keseleo
4. Obat tradisional untuk darah putih berkurang (leukopenia) akibat radiasi
5. Obat tradisional untuk keracunaan organik

 Resep ramuan tradisional dengan menggunakan daun sembung adalah :
 Sembukan 15-60 gram batang dan daun kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 1/2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Minum rebusan ramuan 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Demikian informasi yang dapat di bagi oleh "rumah obat tradisional" tentang tanaman obat sembukan, semoga bermanfaat.
Jika Anda memerlukan obat tradisional, tanaman obat tepung atau simplisia bisa berkunjung di toko herbal keraton di sini.


 Terima kasih untuk:
-  dr. Setiawan Dalimartha, staf Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta pada TRUBUS 385/12/2001 
- Ir.W.P. Winarto, Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal jilid 2
- Gambar dari http://swastikaayu.multiply.com/photos/photo/50/27




Senin, 05 Desember 2011

Daun Jamblang Sebagai Obat Tradisional Untuk Infeksi Darah

Kali ini "rumah obat tradisional" akan berbagi informasi tentang khasiat daun jamblang sebagai obat tradisional yang bisa mengusir penyakit  infeksi darah.
Akibat infeksi darah Titik Fajarwati menderita lumpuh tottal. Dua tahun ia habiskan di tempat tidur lantaran seluruh tubuhnya tak dapat digerakan. Ramuan daun jamblang dan air kelapa hijau menyelamatkan Titik.
Titik Fajarwati hanya bisa pasrah, seluruh tubuhnya lumpuyh setelah mendapat 12 kali serum dari RSU Wonosari Yogyakarta. Di atas tempat tidur ia tergolek lemah, Cuma dapat menatap kosong langit-langit kamar sebuah rumah di Ponjong, Yogyakarta. Tulang pipinya menonjol, matanya tampak cekung. Bobot tubuhnya melorot drastis menjadi 40 kg dari semula 63. Siapa mampu membendung deraian air mata melihat tubuh perempuan berusia 38 tahun yang kurus kering? Yang ada Cuma kulit tipis pembalut tulang. Suaminya suratman juga pasrah, “Kalau Tuhan memanggil istri saya, biarlah saya merelakan.” Pernyataan getir itu terlontar lantaran tanda-tanda kesembuhan belum juga tampak. Padahal ia sudah mengerahkan segala upaya untuk memulihkan kesehatan perempuan yang ia kasihi.


Kelumpuhan itu berawal dari rasa mudah capai dan kaki terasa panas. Dinihari Titik berbelanja aneka sayuran untuk dijual kembali pada siang harinya. Kelelahan tak begitu ia hiraukan lantaran hanya muncul kadang-kadang. Namun, ketika serangannya kian sering Titik memeriksakan diri ke dokter.
Setelah menjalani test darah, kadar gula, asam urat, dan kolesterol, Titik divonis menderita infeksi darah. Ketika itu harapan untuk sembuh terbit bila Titik mendapatkan 20 kali serum dengan interval 2 hari. Namun baru menjalani  12 kali serum, Titik mendadak lumpuh total. Beberapa bagian tubuhnya tampak lebam membiru.

Menurut dr. Hendrawan Nadesul penyakit infeksi darah adalah terinfeksinya darah oleh beberapa jenis kuman. Akibatnya darah tak mampu lagi mengikat oksigen sehingga beberapa bagian tubuh penderita membiru. Salah satu kuman yang menginfeksi darah adalah haemophyllus influenza.
“Karena darah didistribusikan ke seluruh bagian tubuh, kuman itu akhirnya menyerang ke organ tubuh lain seperti otak. Maka timbulah radang otak atau ensefailitis,” papar Nadesul. Itulah penyebab kelumpuhan Titik.


Namun, kalau kuman streptococcus menginfeksi ginjal, ginjal yang bakal terserang sehingga menimbulkan radang  ginjal. Kuman meningococcus juga lazim menginfeksi darah dan menyerang sistem saraf. “Infeksi darah memang bersfektrum sangat luas,” tutur Nadesul. Artinya banayak penyakit susulan bakal timbul setelah terjadinya infeksi darah. Penyakit apa yang akan muncul dipengaruhi  jenis kuman yang menginfeksi darah. Inilah bahayanya infeksi darah

Sembuh Dari Infeksi Darah Dengan  Daun Jamblang
Suatu ketika suratman berjumpa dengan herbalis R. Brotosudibyo, Bsc. Diceritakanlah kisah sedih istrinya yang tengah menderita kelumpuhan akibat infeksi darah. Sang herbalis memberikan 2 resep berbeda yang harus diminum.

Resep 1 Obat Tradisional Untuk Infeksi Darah
Bahan :
Air kelapa hijau ................... 1 butir
Akar pandan wangi ............ 3 jari tangan
Daun jamblang/duwet ........ 1 genggam
Cara meramu:
Cuci daun jamblang dan akar pandan wangi, kemudian direbus dengan air kelapa hijau sampai mendidih.
Aturan pakai:
Minum ramuan  setiap hari sampai habis hari itu juga.

Bahan :
Kacang tolo .................................... 1 genggam
Kaki ayam kampung (ceker) ........... 2 potong
Cara meramu:
Cuci kacang tolo dan ceker ayam kampung hingga bersih kemudian direbus dengan 5 gelas air himngga tersisa sekitar 1 ½ gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan diatas 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas rutin setiap hari.

Ramuan herbal diatas merupakan menu harian wajib yang harus dikonsumsi oleh Titik. Setelah rutin mengkonsumsi 2 jenis ramuan itu akhirnya secercah harapan hadir kembali. Kedua tangannya  mulai dapat digerak-gerakan. Betapa bahagianya Titik.
Keinginan untuk sembuh begitu kuat mendorong Titik “belajar” memegang gelas. Namun, lantaran genggamannya belum begitu kuat gelas akhirnya terlepas dan jatuh berkeping-keping. Kejadian itu terus berulabng sehingga menghabiskan berlusin gelas. Kemajuan demi kemajuan memotivasi Titik untuk terus meminum ramuan tradisioanal itu.

Sebulan sejak rutin mengkonsumsi  ramuan itu kedua telapak kaki Titik sudah dapat digerak-gerakan. Bobot tubuhnya pun berangsur-angsur meningkat. Aktivitas Titik tak lagi di atas tempat tidur sebab ia mulai belajar “berjalan” kembali. Pelan-pelan ia menapak di atas permukaan tanah. Tiada upaya yang sia-sia, apalagi  Titik juga memiliki elen vital-daya hidup yang merupakan pendorong untuk sembuh.
Ia benar-benar bisa berjalan seperti sediakala beberapa pekan kemudian. Itulah anugrah tak terperikan dalam hidupnya, setelah 2 tahun menderita lumpuh. Kini Titik tampak bugar dan mengelola sebuah lembaga swadaya masyarakat sebagai bentuk pengabdiannya kepada lingkunagn sekitar.
Menurut dosen Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada, Drs Didik Gunawan, Apt, daun jamblang dan akar pandan wangi banyak mengandung anti virus. Sedangkan air kelapa hijau kaya akan mineral yang berfungsi untuk keseimbangan fisioligi tubuh.

Dalam Encyclopedia of Medical Plants, Andrew Chevallier menjelaskan, daun jamblang yang dijuluki plum jawa mengandung phenol, tannin, alkoloid,triterpenoid,  dan minyak volatil. Chevallier juga menjelaskan jamblang bermanfaat sebagai penurun kadar gula darah, astringent, karminatif dan diuretik.
Kaki ayam ternyata, “Banyak mengandung kalsium yang bermanfaat untuk memperkuat tulang ,” tutur pendiri Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupunktur se-Indonesia, dr Setiawan Dalimartha.
Mengenal lebih dekat si buah banyak khasiat (Jamblang/Duwet)
Orang asing menyejajarkan rasa jamblang alias duwet dengan aprikot. Bahkan buah tanaman asal asia tenggara ini dijuluki sebagai plum jawa. Musim tanaman yang tingginya bisa mencapai 20 meter ini jatuh pada September hingga November.

Bunganya yang harum berbentuk malai dan berwarna putih agak kusam. Buah jamblang bila masak lezat dikonsumsi walau ada pula yang mengatakan agak sepat. Ia juga dapat diolah menjadi selai, minuman , dan cuka.

Bentuk dan warna buah duwet beragam sepeti duwet kerikil yang sosoknya kecil dan berwarna ungu kehitaman. Adapula duwet berwarna putih dan agak besar. Yang tak berbiji disebut duwet buten. Bijinya mengandung asam galat, minyak asiri, minyak lemak, glukosida jambolin, dan zat penyamak. Duwet  antara lain dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk diabetes melitus (kencing manis) lantaran mampu menurunkan kadar gula dalam darah.

Faedah lainnya sebagai obat diare dan disentri. Pasalnya, jamblang bersifat astringent alias mengencangkan, K. Hyene dalam Tumbuhan Berguna Indonesia menjelaskan faedah jamblang tersebut tak akan berkuarng walau dijemur. Bahkan, bila mengkonsumsi  berlebih pun tak menimbulkan bahaya.Rebusan akarnya digunakan untuk mengatasi serangan epilepsi atau ayan. Sedangkan rebusan kulit batang yang kasar dimanfaatkan untuk untuk mengecat jala. Kayunya walau tak begitu keras, ternyata diemohi serangga seperti rayap.

Jamblang tumbuh baik di tanah subur di ketinggian 300 m dpl. Namun sebetulnya anggota famili Myrtaceae (jambu-jambuan) itu juga mampu tumbuh di tanah gersang.

Untuk Anda yang memerlukan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung  ke toko herbal keraton di sini.

Terima kasih kepada  TRUBUS 365/04/2000 
Informasi lebih tentang jamblang bisa dibaca di http://id.wikipedia.org/wiki/Jamblang
Gambar diambil dari http://alamendah.wordpress.com



Obat Tradisional Untuk Klep Jantung Bocor

Daun sembung, tebu hitam, dan kemukus berkhasiat sebagai  obat tradisional untuk jantung bocor.Resep lengkapnya bisa di lihat pada tulisan berikut ini.
Salah satu gangguan jantung adalah terjadinya kebocoran pada klep jantung. Bagi penderita penyakit ini perlu penanganan serius. Sebaiknya penderita menghindari makanan berlemak, pedas dan ikan asin. Sebaiknya penderita disartankan untuk banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar serta perbanyak makan bubur kacang hijau dan beras merah, kalau bisa konsumsi  bubur ini setiap hari dan menjadi menu harian. Penderita sebaiknya tidak mudah emosi dan tidak bekerja terlalu keras, serta hati harus tegar.


Resep 1 Obat Tradisional Untuk Klep Jantung Bocor

Bahan:
Daun sirih .............. 3 lembar
Kemukus ................ 17 biji
Bawang merah ....... 3 siung
Jinten putih ............ ½ sendok teh
Cara meramu :
Kupas kulit bawang merah, lalu parut. Selanjutnya rebus bersama bahan lain dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar separuhnya. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum obat tradisional untuk klep jantung bocor 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Daun sembung ............. 5 lembar
Kemukus ....................... 5 biji
Daun sengket ................ 7 lembar
Cengkih .......................... 5 biji
Cara meramu :
Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa separuhnya. Saring dan dinginkan.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional untuk jantung bocor 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Tebu hitam .............. 1 ruas
Kemukus .................. 7 biji
Cara meramu :
Kupas tebu hitam dan potong kecil-kecil. Selanjutnya rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Saring dan dinginkan.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional untuk jantung bocor setiap hari seperti minum air putih biasa, kapan saja saat merasa haus. Ramuan ini bisa ditambahkan gula batu secukupnya.

Demikian postingan tentang obat tradisional untuk kebocoran pada klep jantung. Semoga memberi manfaat pada Anda semua.

Jika Anda mencari tanaman obat tradisional, bisa lihat di Toko Herbal Keraton di sini.


Terima kasih untuk TRUBUS 388/03/2002 Rubrik Tanaman Obat Tradisional asuhan R.Broto Sudibyo



Sabtu, 03 Desember 2011

Daun Sukun Sebagai Obat Tradisional Sakit Jantung


Suatu hari di bulan oktober. Seorang wanita -sebut saja  linawati-  tergolek tak berdaya di salah satu kamar RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat. “Hanya mukzijat yang bisa menyembukan saya,” katanya pasrah kepada kerabat yang datang menjenguknya. Baginya kelainan jantung dan malfungsi ginjal yang diderita saat itu akan mengantar ke gerbang maut.

Rasa nyeri di dada dan kadang di lengan memang sudah lama dirasakan. Jantung berdebar cepat disertai napas sehabis bekerja berat, ia tak peduli, lantaran “cukup minum air hangat sambil mengurangi aktivitas, rasa sakit biasanya segera hilang “ jelasnya.

Namun, dari hari ke hari, rasa sakit makin menjadi. Bobot badan terus turun, dari sekitar 55 kg menjadi 47 – 48 kg. Ia pun sering merasa gelisah, badan cepat lelah, lesu dan wajah pucat. Ujung-ujung jari sering terasa dingin dan tampak kebiruan. Puncaknya, ia tergolek lemas di ranjang rumah sakit setelah muntah-muntah dan sesak napas.


Dokter yang memeriksa akhirnya memvonis, klep jantung bermasalah. Posisi katup jantung tak rapat, jelasnya sesusai memeriksa secara intensif. Akibatnya, jantung tak mampu bekerja optimal . Aliran darah dari dan ke paru-paru serta bagian tubuh lain tak lancar dan menumpuk di beberapa tempat.
Penumpukan darah juga menyebabkan fungsi ginjal terganggu. Tak heran jika wanita berusia 70 tahun itu sakit pinggang. Buang air kecil pun lama-lama terasa menyiksa.


Pakar penyakit ginjal, dr. Pudji Raharjo mengungkapkan kepada TRUBUS , gangguan jantung dan darah tinggi salah satu penyebab terganggunya fungsi ginjal. Pasien gagal jantung, aliran darah di dalam jantung terganggu sehingga tidak dapat dibersihkan dengan baik. Dampaknya, ginjal yang berfungsi mengeluarkan racun dan zat-zat berlebih di dalam darah harus bekerja ekstra. Lama kelamaan kinerja ginjal menurun sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Oleh karena itu tim dokter yang menangani Linawati mengharuskan ia dirawat inap. “Jika tak ditangani serius, Anda bisa cuci darah, “ papar Linawati menirukan ucapan dokter.

Dari gejala yang dirasakan penderita, dr.Setiawan Dalimartha, pakar obat tradisional menduga, sumber masalah pada pembuluh nadi koroner. “Pada usia diatas 40 tahun, orang berisiko mengalami penyempitan pembuluh nadi koroner akibat pola makan tidak teratur. “ Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan menumpuk di seluruh tubuh hingga terjadi pembengkakan. Pembengkakan pada pembuluh jantung akhirnya mendorong katup jantung hingga posisinya tidak rapat.


Vonis dokter itu benar-benar menghantui pikiran. Betapa tidak, penyakit jantung dan ginjal yang sering menjadi pembunuh kini dialaminya. Selain itu, “Gaji saya tidak cukup untuk membiayai pengobatan, “ paparnya. Oleh karena itu meski belum sembuh total, ia meminta dirawat jalan saja.

Lima hari opname, wanita kelahiran sukabumi itu diizinkan pulang. Namun dokter mewanti-wanti agar ia mengurangi aktivitas dan beristirahat total. Ia terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan.
Selama 2 minggu mengkonsumsi obat dokter, belum ada perubahan berarti.  Ny. Kusnadi yang datang menjenguk membawakan daun sukun dan menyarankan minum air rebusannya. “Minumnya 2 jam setelah menelan obat dokter, “ jelasnya.

Menurutnya  obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati klep jantung bocor adalah Daun Sukun.

Karena ingin sembuh, Linawati mencoba saran tersebut. Apalgi menurut rekannya, banyak yang merasakan khasiat daun sukun. Sejak itulah ia rajin memburu daun sukun. Bahkan halaman rumahnya hampir tak pernah sepi dari hamparan daun sukun yang dijemur.

Wanita yang masih lajang ini memilih daun sukun tua  yang masih menempel di pohon. Sebab, “Kadar zat kimia berkhasiatnya sudah maksimal, “ Lanjutnya.

Linawati menggunakan daun sukun untuk mengobati klep jantung bocornya dengan menggunakan resep berikut;
Bahan : Daun sukun ...... 1 lembar
Cara meramu:
Daun sukun tua dicuci bersih lalu dijemur utuh hingga kering, kemudian disobek-sobek menjadi potongan lebih kecil lalu  direbus dengan 5 gelas air. Ketika air tinggal separuhnya, tambah air lagi hingga mencapai volume 5 gelas. Setelah mendidih, ramuan diangkat dan disaring.
Aturan pakai :
Air rebusan berwarna merah seperti air teh itulah yang diminum setiap hari.  Air rebusan hari itu harus habis hari itu juga. Tidak bisa disisakan untuk esok hari

Sebulan setelah mengkonsumsi rebusan daun sukun, badan menjadi lebih segar dan urine makin lancar. Dadanya pun mulai terasa plong, tak ada lagi keluhan sakit. Oleh karena itu konsumsi ramuan itu dilanjutkan. Setelah mengkonsumsi  godokan daun sukun, ia sudah merasakan kesembuhan total. Hasil pemeriksaan menunjukan jantung  dan ginjalnya tak lagi bermasalah, malah, ia diijinkan beraktivitas seperti semuala.  Oleh karena itu ia kembali aktif bekerja sebagai pustakawati  di sekolahnya.

Khasiat Daun Sukun Sebagai Obat Tradisional Masih Misteri
Sukun merupakan tanaman terkenal di seluruh dunia. Bahkan sejarah penyebaran sukun ke wilayah asia pasifik sempat menjadi berita. Ia dianggap sebagai biang keladi pemberontakan berdarah di kapal Bounty milik Inggris dalam pelayaran membawa bibit sukun ke Indonesia pada 1978. Ia banyak dikembangkan untuk pangan alternatif. Namun manfaat daun sukun untuk pengobatan hingga kini belum banyak diungkap.

Klinik Obat Tradisional RS Bethesda Yogyakarta memang pernah berhasil menyembuhkan pasien hepatitis dengan rebusan daun sukun. Menurut R.Broto Sudibyo, kepala Bidang Pelayanan Pada Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T) Yogyakarta, tanaman sukun mengandung semacam zantorisil  yang bisa menetralisir SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase).

Pakar obat herbal tradisional, dr.Setiawan Dalimartha juga menuturkan secara empiris daun sukun (Artocarprus communis syn. A. alitis) banyak dipakai sebagai obat luar untuk mengobati bengkak limpa. Caranya, daun sukun  tua diremas-remas dengan air lalu dikompreskan di bagian perut. Hanya saja, untuk penyakit jantung dan ginjal, ia belum menemukan informasinya.

Menurutnya, daun sukun mengandung zat-zat berkhasiat obat. Namun ia tak paham efeknya terhadap penyakit jantung dan ginjal. “ Jika pasien merasa lega setelah mengkonsumsi rebusan daun sukun, bisa jadi daun sukun memiliki efek melebarkan pembuluh atau meluruhkan lemak yang menyumbat pembuluh, “ duganya. Daun sukun juga memiliki efek diuretik. Oleh karena itu orang yang mengkonsumsi rebusan daun sukun akan merasakan kencing lebih lancar.

Dalam buku Koleksi Tumbuhan  Obat Kebun Raya Bogor, anggota famili Moraceae yang berjuluk bredfruitini malah tak tercantum. Satu-satunya literatur yang mengungkap efek diuretik dan kardiotik sukun hanya buku Indian Medical Plants. Itu pun  hanya buahnya saja. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa seluruh bagian tanaman ini memang mengandung tannin, riboflavin, hydrocyanic acid dan acetylcholine. Apakah itu yang berperan sebagai obat? Perlu diteliti lebih lanjut.

Obat tradisional jantung bocor bisa dibaca di sini.
Demikian informasi yang dapat dibagi oleh "rumah obat tradisional" tentang manfaat daun sukun ini, semoga bermanfaat. Dan bagi Anda yang memerlukan obat tradisional, obat herbal alami bisa lihat di sini.


Terima kasih untuk TRUBUS 385/12/2001
Gambar diambil dari: kosmo.­vivanews.­com

Kamis, 01 Desember 2011

Obat Tradisional Sakit Jantung

Daun sembung, kemukus, tebu hitam, daun sembung memiliki khasiat sebagai Obat tradisional sakit jantung. Pilihan resep yang bisa digunakan bisa di lihat di tulisan berikut ini.

Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan dua pompa (bilik), 1 bagian kanan dan yang lainnya di sebelah kiri. Bilik bagian kanan memompa darah yang mengandung karbon dioksida ke arah paru-paru dan melepasnya di sana. Kemudian darah di paru-paru yang sudah menerima oksigen di angkut ke jantung sebelah kiri lalu di pompakan ke seluruh tubuh. Oleh karena darah mempunyai bawaan macam-macam untuk kehidupan maka jantung perlu dijaga kesehatannya. Jika fungsi  jantung sudah tidak seimbang kerjanya akan terjadi timbulnya penyakit.

Penyakit jantung erat kaitannya dengan pola makan, misalnya terlalu banyak makan makanan yang banyak mengandung lemak sehingga kadar kolesterol dalam darah akan naik. Disamping itu, masalah kejiwaan juga sering menjadi penyebab.

Tanda-tanda penyakit jantung  antara lain : jantung berdebar-debar, rasa sakit seperti ditusuk-tusuk di dada. Rasa sakit ini disebabkan oleh pembuluh nadi tajuk jantung (coronary artery) tidak sanggup lagi mencukupi persediaan darah ke otot jantujng untuk bahan agar jantung dapat bekerja secara maksimal.
Penderita secara kejiwaan selalu ada was-was atau selalu dihantui perasaan takut berlebihan. Disamping gejala tersebut ada gejala lain yang muncul seperti jantung selalu berdebar jika ada kegiatan yang berat sedikit saja, nafas terasa sesak. Jika sudah kronis, ada kalanya terjadi pembengkakan disekitar mata kakai, muka,  dan tangan. Jika muka penderita menjadi pucat mendadak (kebiruan) maka penderita harus segera istirahat (duduk atau tiduran). Dada dan kaki supaya dikompres dengan air hangat.


Penderita jantung harus memiliki hati yang tegar, tidak mudah cemas, dan stres. Sebaiknya penderita menghindari makanan yang banyak mengandung lemak,  minuman beralkohol, tidak merokok dan mengurangi makan  garam. Penderita disarankan banyak makan buah dan sayuran, kecuali  nangka, durian, dan campedak.

Menurut hemat penulis rumah obat tradisional  ada satu ciri khas yang dimiliki oleh penderita gangguan jantung yaitu dengan melihat warna punggung jari tangannya. Perhatikan punggung jari antara ruas pertama dan ruas kedua dari kuku arah punggung tangan. Jika seseorang adalah penderita gangguan jantung maka biasaya warna punggung  jari ruas pertama  warnanya lebih gelap mengkilat dari pada warna punggung  jari ruas kedua. Cara ini membutuhkan latihan dengan membandingkan warna punggung jari  tangan orang yang sehat dengan penderita gangguan jantung.Nah anda pembaca semuanya bisa meperhatikan lebih seksama warna punggung jarinya masing-masing^^

Obat tradisional untuk gangguan jantung yang bisa dipilih bisa dilihat di bawah ini, pilih resep sesuai dengan ketersediaan bahannya.

Bahan :
Akar tebu hitam ........................................... ¼ genggam
Tebu hitam .................................................... 1 ruas
Kemukus ....................................................... 11 biji
Gula batu sebesar telur ayam ........................ 1 biji
Cara Meramu :
Cuci  akar tebu kemudian potong kecil-kecil.Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 ½ gelas.Setelah dingin , saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan setelah makan dengan dosis 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Daun sembung agak muda ............ 5 lembar
Kemukus ........................................ 11 biji
Daun sengket ................................. 7 lembar
Cara meramu :
Cuci semua bahan kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 ½ gelas. Angkat dan saring.
Aturan Pakai :
Minum ramuan 3 kali sehari sesudah makan masing-masing ½ gelas.

Bahan :
Bunga jeruk bali atau jeruk nipis ..... 11 kuntum
Daun sembung muda ...................... 1 lembar
Kemukus ......................................... 11 biji
Cara meramu :
Cuci semua bahan kemudian rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa sekitar 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring.
Aturan pakai :
Minum ramuan 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing ½ gelas.

Bahan :
Daun sembung muda ....... 5 lembar
Daun sengket ................... 7 lembar
Cara meramu :
Cicu semua bahan dan rebus dengan 3 gelas air hungga tersisa sekitar separuhnya, angkat dan saring.
Aturan pakai :
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Resep diatas juga bisa digunakan untuk mengobati gangguan jantung lainnya, yakni sebagai obat tradisional jantung koroner dan angina.
Pengobatan jantung koroner dan angina dengan menggunakan resep obat tradisional  perlu ketekunan dan keuletan karena harus minum ramuan secara teratur. Untuk mempercepat kesembuhan sebaiknya mentaati pantangan, seperti  hindari atau kalau bisa berhenti dari kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, minum kopi dan teh jangan terlalu kental, makanan pedas dan berlemak perlu dikurangi, pikiran harus tenang, jauhi stres,  dan emosi terkendali mendukung proses kesembuhan.

Demikian postingan rumah obat tradisional kali ini semoga bermanfaat untuk Anda semua.


Terimakasih untuk : TRUBUS 382/11/2001