Tampilkan postingan dengan label Perut Kembung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perut Kembung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

Obat Herbal Perut Kembung


Pada postingan kali ini rumah obat tradisional akan berbagi tentang obat herbal unutk mengatasi perut kembung.

Perut kembung merupakan ganguan pencernaan yang disebabkan oleh gas yang berkumpul di lambung atau usus sehingga perut terasa “begah” dan tidak nyaman . Gangguan ini dapat merupakan tanda atau gejala penyakit lain.


Perut kembung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti radang lambung, sumbatan usus, proses pencernaan yang kurang sempurna, masuk angin, dan makan tergesa-gesa atau sambil bicara. Perut kembung dapat ditandai dengan gejala antara lain perut terasa penuh, ‘begah’, atau kencang. Kadang-kadang diikuti dengan mual, muntah-muntah, atau bersendawa.

Pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan yakni,
1.  Hindari untuk makan makanan yang banyak mengandung gas, seperti kol, buncis, nangka, minuman bersoda, atau permen karet.
2. Makan lebih perlahan serta minum minuman yang hangat.
3.  Setelah makan jangan langsung duduk. Cobalah berjalan sebentar agar gas tidak mengumpul di lambung dan usus.

Obat herbal yang dipakai unutk mengatasi perut kembung , antara lain sebagai berikut;

Resep 1 Obat Herbal  Untuk Perut Kembung
Bahan:
Kencur ............ 250 gr
Cengkih .......... 10 butir
Kapulaga ........ 7 butir
Sereh .............. 2 batang
Cara meramu:  
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kencur. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Resep 2 Obat Herbal Untuk Perut  Kembung
Bahan:
Temulawak ....................... 25 gr
Jahe .................................. 15 gr jahe
Kulit jeruk mandarin .......... 7 gr  kering
Gula aren secukupnya
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis temulawak dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Kunyit  ....................20 gr
Jahe ......................... 10
Adas ......................... 1 sdt
Daun mint ................ 5 lembar
Cara Meramu:
Aturan Pakai:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kunyit dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Pilih salah satu resep berdasarkan ketersediaan bahan dan lakukan secara teratur.

Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi semuanya, dan bagi anda yang memrlukan bahan obat tradisional, obat herbal dapat berkunjung ke toko herbal keraton disini.


Tulisan diambil dari buku Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit Karya Prof.Hembing Wijaya Kusuma.


Sabtu, 10 Desember 2011

Khasiat Tanaman Obat Sembukan


Manfaat Sembukan (Paederia scandens) sebagai  obat tradisional untuk perut kembung sudah jelas. Namun, khasiat sebagi penawar racun (detoksifikasi) belum banyak yang tahu. Herba ini melindungi hati dari zat beracun seperti fosfor organik yang terdapat pada produk pertanian. Ia juga meningkatkan sel darah putih yang berkurang(Leukopenia) akibat terapi radiasi.

Tanaman Obat Sembukan mudah didapat. Ia biasa tunbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar, atau di tebing sungai mulai ketinggian 1 – 2.100 m dpl. Herba merambat ini kerap ditanam di pagar rumah. Karena daunnya berbau busuk bila dirtemas, orang sumatra menyebutnya daun kentut, dinamakan kahitutan oleh orang sunda, atau kasembukan oleh orang jawa. Nama daerah lainnya adalah bintaos (madura), gumi siki (ternate,  ji shi teng (china),  dan di perdagangkan dengan nama chinese fevervine  herb.


Tanaman ini merupakan herba tahunan berbatang memanjat, panjang 3 – 5 meter, daun pangkal berkayu, daun tunggal, bertangkai  1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daun bulat telur sampai lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5 cm dan lebar 2 – 7 cm. Permukaan atas daun berambut atau gundul dengan tulang menyirip.

Bunganya majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tabung ungu, buah bulat, warna kuning mengkilap, diameter 4 – 6 mm. Daun bisa dimakan sebagai lalap atau disayur.

Anti Racun
Kandungan kimia herba ini, asperuloside, deasetilasperuloside, paederoside, scanderoside, asam paederosidik, dan arbutin. Ia juga mengandung gamma sitosterol, asam oleanolik dan minyak asiri.
Rasa Daun sembukan manis, asam, dan mempunyai afinitas ke meridian limpa, lambung, paru, dan hati. Faedah lain memperkuat lambung dan memperbaiki fungsi pencernaan. Ia juga mempunyai efek analgetik (menghilangkan rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh urin), mukolitik (peluruh dahak), stomatik (penambah nafsu makan), ekspektoran (menghentikan batuk), antipiretik (menghilangkan panas), antibiotik, anti radang, antiracun, serta melancarkan aliran darah dan aliran energi vital.

Sedangkan menurut Ir.W.P.Winarto pada bukunya "Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal",Sembukan mempunyai efek farmakologi sebagai :analgesik (penghilang rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh kencing), penambah nafsu makan, antibiotik, anti radang, obat batuk, obat cacing, menghilangkan racun (detoksifikasi), dan peluruh dahak (mucolitik). 

Untuk pemakain sehari-hari , daun sembukan diindikasikan untuk menambah nafsu makan. Selain itu sembukan dipergunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi perut kembung, kurang gizi pada bayi akibat gangguan pencernaan, serta mengatasi nyeri akibat tersumbatnya energi vital dan aliran darah. Efek analgetiknya berkhasiat mengatasi nyeri pasca oprasi, nyeri akibat organ kandungan, nyeri syaraf, rematik, terbentur patah tulsang, keseleo, atau nyeri akibat kolik pada usus, empedu dan ginjal.

Pasien terapi penyinaran akibat kanker sebaiknya minum rebusan tanaman obat tradisional ini. Tujuannya, agar jumlah sel darah putih (leukosit) tidak menurun.

Herba ini dapat dipakai sebagai obat luar maupun dikonsumsi. Untuk obat luar, tanaman obat sembukan menyembhkan luka, borok, bisul, asbes, bekas gigitan serangga, dan ular berbisa. Caranya, cuci bersih batang dan daun segar lalu digiling halus kemudian diborehkan pada luka.

Untuk minum, ambil daun sembukan sebanyak 15 – 60 gram batang dan daun kering, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa sekitar separuhnya. Setelah dingin disaring dan langsung di minum sekaligus. Ampasnya boleh direbus sekali lagi untuk diminum sore hari. Air rebusannya juga dapat digunakan untuk mencuci luka atau eksim. Namun minum rebusan herba ini akan menimbulkan bau yang khas pada hawa napas dan urine si pemakai.

Kegunaan lain sembukan adalah sebagai berikut:
1. Obat tradisional untuk perut kembung, kejang (kolik) kandung empedu dan pencernaan
2. Obat tradisional untuk bronkhitis, batuk (whooping cough)
3. Obat tradisional untuk rematik, luka akibat benturan, keseleo
4. Obat tradisional untuk darah putih berkurang (leukopenia) akibat radiasi
5. Obat tradisional untuk keracunaan organik

 Resep ramuan tradisional dengan menggunakan daun sembung adalah :
 Sembukan 15-60 gram batang dan daun kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 1/2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Minum rebusan ramuan 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Demikian informasi yang dapat di bagi oleh "rumah obat tradisional" tentang tanaman obat sembukan, semoga bermanfaat.
Jika Anda memerlukan obat tradisional, tanaman obat tepung atau simplisia bisa berkunjung di toko herbal keraton di sini.


 Terima kasih untuk:
-  dr. Setiawan Dalimartha, staf Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta pada TRUBUS 385/12/2001 
- Ir.W.P. Winarto, Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal jilid 2
- Gambar dari http://swastikaayu.multiply.com/photos/photo/50/27




Kamis, 02 Juni 2011

Obat Tradisional Perut Kembung

Setiap pasangan orang tua yang telah  mempunyai bayi, sepertinya sudah pernah mengalami kejadian dimana bayi  yang disayanginya mengalami perut kembung.

Gejala bayi kena perut kembung yang saya maksud seperti: perut bayi sering terdengar bunyi gemuruh (kriu..k gruwuk...ukk susah menggambarkannya he..he..), kalau perutnya ditepuk-tepuk terdengar lain dari biasanya seperti bunyi pung-pung, kadang bayi susah BAB misal biasanya si bayi buang air besar sehari 3-4 kali, ini cuma sekali bahkan seharian belum BAB.

Nah untuk mengatasinya gunakan obat tadisional perut kembung sebagai berikut.


Resep Obat Tradisional Perut Kembung pada bayi
Bahan:  1 lembar daun pace (mengkudu)
Cara Meramu:
Cuci bersih daun mengkudu, angin-anginkan sebentar.Setelah kering dari air, olesi permukaan daun mengkudu dengan minyak kelapa kemudian panaskan daun mengkudu diatas api sampai agak layu dan di gulung dikucek sebentar di telapak tangan.
Cara Pemakaian.
Tempelkan daun pace di perut bayi, bisa memakai 1 atau 2 daun pace tergantung besar kecilnya ukuran daun pace.Supaya posisi daun pace tidak bergeser, bayi pakai gurita atau kalau pakai kaos dalam maka ujung kaos dalamnya dimasukan ke dalam celana.
Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari.Obat perut kembung tradisional ini bisa diberikan pada bayi umur 5 minggu sampai umur 2 tahun.

Catatan:
Saya sudah sering menggunakan obat perut kembung tradisional ini pada bayi anak saya yang pertama dan anak kedua.saya biasa memakainya pada pagi hari setelah mandi, saat siang hari daun mengkudu itu sudah kering maka di ganti daun mengkudu yang baru.Dan setelah mandi sore daun mengkudu di ganti yang baru juga.

Biasanya setelah pemakaian daun mengkudu 2-3 kali, bayi akan sering buang angin.Jika sudah begitu si bayi minum ASInya jadi normal, BAB-ya kembali normal dan keceriaan serta kelucuannya datang kembali. 
Demikian tulisan obat tradisional perut kembung pada bayi ini, semoga bermanfaat.