Sabtu, 30 Juli 2011

Obat Tradisional Gagal Ginjal

Ginjal merupakan organ tubuh yang vital.Jika organ ini kurang atau tidak berfungsi maka akan membahayakan jiwa.Sebab ginjal berfungsi menyaring kotoran dari darah dan air.Jika endapan kotoran menumpuk di dalam ginjal akibatnya ginjal tidak dapat lagi mengeluarkan air kemih.

Orang yang menyukai makanan berlemak, daging, minuman beralkohol cenderung mudah terkena penyakit gagal ginjal.Penyebab lain adalah virus, bakteri, atau cidera.Gagal ginjal mengakibatkan suplai darah ke organ ginjal menjadi berkurang. Gejala yang sering muncul adalah HB menurun drasrtis, muka pucat, bahkan jika sudah kronis muka agak kebiruan, kepala pusing, nadi sangat lemah, frekwensi kencing berkurang banyak.Jika sudah demikian, akan terjadi pembengkakan di tubuh.Semua itu dikarenakan cairan tidak dapat keluar secara lancar.

Penderita gagal ginjal sebaiknya menghindaari makanan yang berlemak, ikan, daging, minuman bersoda, serta kopi dan teh yang terlalu pekat.Sebaiknya penderita gagal ginjal minum air putih dan dianjurkan banyak makan buah kecuali buah nangka dan durian.Buah yang dianjurkan adalah semangka, terutama daging semangka yang berwarna putih (antara daging semangka merah dan kulit semangka), pemakaiannya yaitu dengan cara merebus daging semangka putih untuk diminum.

.Disamping itu minum obat herbal gagal ginjal sebagai berikut;

Resep obat tradisional gagal ginjal
Bahan:
Rambut jagung............ 1/2 genggam
Akar alang-alang......... 3 jengkal
Daun kumis kucing...... 11 lembar
Cara meramu:
Cuci semua bahan, kemudian rebus dengan 3 gelas air.Setelah mendidih dan tersisa setengahnya, angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat gagal ginjal tradisional 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing 1/2 gelas.Kalau sedang minum obat dari dokter harus ada jeda waktu sekitar 1 jam untuk menghindari over dosis.

Selain resep obat gagal ginjal tradisional diatas, ada juga resep yang lain yang saya dapat ketika mengikuti acara pengobatan herbal yang diasuh oleh H.Andi Muhamad dari Akar Pinang.Beliau mengobati pasien gagal ginjal dengan menggunakan resep obat alami gagal ginjal sebagai berikut:

Bahan:
Akar ketapeng............ 20 gr
Tebu ireng..................20 gr
Akar tebu ireng.......... 30 gr
Daun kapas................. 20 gr
Sarang burung walet... 40 gr
Cara meramu:
Setelah bahan bersih direbus dengan 5 gelas air hingga terisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat gagal ginjal tradisional dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
  
Perhatian: jangan merebus bahan obat tradisional dengan panci logam alumunium atau lainnya.Sebaiknya menggunakan kuali dari tanah atau panci kaca tahan panas (baca panduan umum dalam meracik dan menggunakan obat tradisional).

Demikian tulisan mengenai obat tradisional gagal ginjal ini.Jika ada resep yang lain, silahkan dibagi.Semoga bermanfaat.

Sumber: Ramuan Tradisional Ala Eyang Broto, Broto Sudibyo Bsc, Penebar Swadaya 2006


Senin, 25 Juli 2011

Obat Tradisional Pembengkakan Prostat

Kelenjar prostat termasuk dalam sistem reproduksi pria terletak dibawah kandung kemih dan di depan rectum.Pembengkakan kelenjar prostat biasanya menyerang pria usia diatas 50 tahun.Pembengkakan prostat dapat disembuhkan dengan operasi, memang cara ini merupakan jalan pintas untuk menyembuhkan pembengkakan kelenjar prostat.Namun bagi anda yang khawatir akan resiko operasi tentu akan memiliki banyak pertimbangan.

Obat tradisional prostat pada tulisan  ini mengunakan herbal alang-alang, kumis kucing, sambiloto,  meniran, adas manis. Resep lengkapnya bisa teruskan bacanya ya....:)
Adapun gejala umum radang prostat adalah ; kesulitan saat buang air kecil atau sakit saat buang air kecil.Disamping itu pria jangan menganggap remeh sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.Bisa jadi itu adalah gejala radang prostat. Segera periksa ke dokter untuk memastikan diagnosanya.

Berikut ini adalah obat tradisional  prostat. Pilih salah satu resep yang disesuaikan dengan ketersediaan bahannya.

Resep 1 Obat Tradisional Radang Prostat
Bahan:
Akar alang-alang......... 7 jengkal
Daun kumis kucing..... 1/2 genggam
Meniran...................... 2 batang
Daun samboloto......... 11 lembar
Adas manis................. 1/2 sendok teh
Kulit pulosari.............. 1/4 jari tangan
Cara Meramu:
Cuci semua bahan kemudiaan rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Lalu angkat, saring dan dinginkan ramuan
Aturan Pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Resep 2 Obat Tradisional Radang Prostat
Bahan:
Kulit batang pepaya gantung (pepaya lanang) ......3 jari tangan
Akar alang-alang merah............................ 7 jengkal
Daun pegagan................................. 1/2 genggam
Kunyit sebesar telur ayam.............. 1 butir
Cara Meramu:
Cuci semua bahan lalu iris tipis kunyit.Rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring ramuan.
Aturan Pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Minum ramuan obat pembengkakan prostat tradisional selama 15 hari berturut-turut.Bila ada kemajuan, ulangi lagi sampai sembuh.

Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur.Selama menggunakan ramuan obat herbal prostat ini, pasien harus menghindari makanan berlemak tinggi, jeroan, pedas, ikan air tawar dan air laut (terutama ikan bersisik dan banyak duri), jika minum teh atau kopi jangan terlalu kental, usahakan banyak minum air putih.

Demikian tulisan obat  tradisional prostal ini, semoga bermanfaat.Terimakasih.

Sumber : TRUBUS 381/ Agst 2001, Rubrik Obat Tradisional 



Senin, 11 Juli 2011

Obat Tradisional Darah Tinggi

Pada postingan kali ini saya akan menulis tentang obat tradisional tekanan darah tinggi (hipertensi).
Gejala penyakit tekanan darah tinggi antara lain bagian tengkuk terasa tebal atau kaku, kepala bagian belakang terasa berat/sakit, kadang kala disertai rasa cemas, berdebar-debar dan ada rasa mau marah.

Penderita hipertensi sebaiknya memeriksakan tekanan darahnya secara rutin.Penderita harus mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, menghindari daging kambing, buah durian, nangka, minuman beralkohol, kopi dan merokok. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) juga harus banyak istirahat dan melepaskan ketegangan batin (emosinya).

Tanaman obat yang dikenal berkhasiat sebagai obat tradisional darah tinggi (hipertensi) adalah bawang putih, daun seledri, pegagan, labu siam dan mentimun.

Resep 1 Obat Tradisional Darah Tinggi (Hipertensi)
Bahan :
Bawang putih ..................1 siung
Seledri .............................7 tangkai
Cara meramu:
Kupas kulit bawang putih lalu tumbuk bersama dengan daun seledri sampai lembut.Masukan kedalam gelas dan seduh dengan air panas sebanyak 1/2 gelas.Setelah dingin saring ramuan.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional tekanan darah tinggi (hipertensi) 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.Jika tekanan darahnya sudah normal,hentikan minum ramuan ini.

Ramuan obat tradisional hipertensi ini tidak cocok bagi orang yang mengidap penyakit tukak lambung.Bawang putih akan memicu kambuhnya tukak lambung. 

Resep 2 Obat Darah Tinggi (Hipertensi) Tradisional
Bahan :
Daun kumis kucing.......... 11 lembar
Pegagan.......................... 1/4 genggam
Alang-alang..................... 2 jengkal
Meniran........................... 2 batang
Cara meramu :
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil. Kemudian rebus dengan air 3 gelas hingga tersisa 1 1/2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Resep 3 Obat Tradisional Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Bahan :
Labu siam ukuran sedang 1 buah
Mentimun ukuran sedang 2 buah
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, potong kecil kemudian dibuat jus.
Aturan pakai:
Ramuan jus diminum 3 kali sehari sampai tekanan darah menjadi normal.

Penderita Maag dan Asam Urat jangan mengkonsumsi jus labu siam
Pilih salah satu resep di atas dan lakukan secara teratur.
Demikian tulisan obat tradisional hipertensi ini semoga bermanfaat.

Kamis, 09 Juni 2011

Obat Tradisional Wasir (Ambeien)

Pada postingan kali ini saya akan menulis tentang obat tradisional wasir (ambeien).
Penyakit wasir terdapat pada poros usus yang ditandai dengan rasa gatal dibagian anus (dubur), buang air besar sering disertai darah yang menetes (sebelum atau sesudah tinja keluar).

Penyebab utamanya antara lain bekerja terlalu banyak duduk, adanya tindihan rahim pada waktu hamil, terlalu kuat mengejan waktu melahirkan, tinjanya terkalu keras hingga terlalu kuat mengejan.Semua penyebab tersebut mengakibatkan pembuluh darah dalam poros urus bergelembung yang menyebabkan terjadinya pendarahan.



Jika berlangsung terus menerus dalam jangka lama bisa menimbulkan kanker poros usus.Karenanya penyakit wasier memerlukan perawatan yang baik seperti harus buang air besar setiap hari, hindari makan makanan pedas atau makanan yang susah dicerna.
Berikut adalah resep yang dapat dipilih, ambil sesuai ketersediaan bahannya.


Resep 1 Obat Tradisional Wasir (ambeien)
Bahan :
Daun ungu.....................................7 lembar (kering -+ 15gr)
Pegagan .......................................1/2 genggam (kering -+ 9gr )
Kunyit sebesar telur ayam ............. 1 biji (kering -+ 11 gr)
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis kunyit.Rebus bersama bahan lain dengan 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Arutan Pakai:
Minum ramuan dengan dosis 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan selama satu bulan penuh.

Resep 2 Obat Herbal Wasir
Bahan :
Daun ungu  .......................................7 lembar (kering -+ 15 gr)
Temulawak sebesar telur ayam ..........1 biji (kering -+11 gr)
Kunyit sebesar telur ayam...................1 biji (-+ 11 gr)
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus semua bahan dengan air 5 gelas hingga tersisa 4 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Lakukan selama 1 bulan penuh.

Catatan:
Penulis rumah obat tradisional pernah menggunakan resep obat alami wasir ini. Hasilnya memang bagus, minum ramuan baru seminggu sudah terlihat hasilnya.Untuk penuntasan penyembuhan ramuan tetap saya berikan selama 1 bulan.

Demikian artikel tentang obat tradisional wasir (ambeien) ini, semoga bermanfaat.


Minggu, 05 Juni 2011

Obat Tradisional Hepatitis (Lever)

Pada tulisan kali ini admin akan membahas tentang obat tradisional hepatitis (lever).
Penyakit hepatitis umumnya disebabkan oleh virus yang langsung menyerang hati dan selanjutnya tinggal dan berkembang biak di organ tersebut.

Gejala hepatitis pada bayi dan anak-anak hampir tidak kelihatan.Kadang hanya kelihatan letih, meriang sedikit, muntah-muntah dan kulit langsung kelihatan kuning.

Gejala hepatitis pada orang dewasa umumnya terlihat cepat lelah, mual, muntah dan meriang.Kadang disertai penurunan napsu makan, kepala pening, perut bagian atas nyeri seperti tertekan, air seni menjadi kuning pekat.Sebaliknya, kotoran BAB berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan.Selanjutnya mata yang berwana putih menjadi kuning.Lama kelamaan kulit juga berubah jadi kuning.Dalam pemeriksaan darah dilaboratorium akan terjadi peningkatan SGPT dan SGOT.Jika radang hati ini dibiarkan berkelanjutan akan terjadi sirosis (pengerasan hati) dan dalam jangka panjang sirosis bisa menjadi kanker hati.

Pantangan:
Sebaiknya penderita tidak memakan makanan berlemak termasuk santan dan gorengan.Makanan lain yang harus di hindari yaitu: Jeroan khususnya usus, kacang tanah, jambu mete dan Makanan pedas.Sebaliknya makanan manis seperti gula aren sangat baik untuk penderita hepatitis.Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran kecuali nangka dan durian.

Sampai saat ini baik secara medis maupun tradisional belum ditemukan obat untuk membunuh virus hepatitis.Pengobatan yang dilakuan hanya menjurus pada penguatan lever (hati) dan menurunkan SGOT dan SGPT menjadi normal.

Obat tradisional hepatitis (lever) yang sering dipakai adalah ramuan yang mengandung temulawak, meniran, sambiloto, pegagan.

Resep 1 Pengobatan Alami  Hepatitis (Lever)
Bahan:
Temulawak sebesar telur itik................1 biji (kering -+ 15 gr)
Meniran berikut akarnya..................... 3 batang
Adas manis........................................ 1/2 sendok teh
Kulit pulosari.......................................1/4 jari tangan
Cara Meramu:
Cuci temulawak lalu kupas dan iris tipis. Rebus semua bahan dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan obat herbal hepatitis  dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 6-8 tahun, 3 kali sehari masing-masing 1/4 gelas.
- Anak umur 9-12 tahun, 3 kali sehari masing- masing 1/3 gelas.
- Umur 13 tahun keatas, 3 kali sehari @ 1/2 gelas.

Resep 2 Obat Herbal Hepatitis
Bahan:
Akar alang-alang...........................5 jengkal
Daun sanbiloto...............................17 lembar
Meniran..........................................2 batang
Temulawak sebesar telur ayam........1 biji (kering 11 gr)
Cara meramu:
Kupas temulawak, cuci lalu iris tipis.Rebus semua bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
minum ramuan dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 6-8 tahun, 3 kali sehari @ 1/4 gelas
- Anak umur 9-13 tahun, 3 kali sehari @ 1/3 gelas.
- Umur 13 tahun keatas, 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Catatan:
Pilih resep 1 atau 2 dan lakukan secara teratur selama 2 minggu berturut-turut sesudah makan.Selanjutnya istirahat 2 hari.Setelah itu minum kembali ramuan obat hepatitis tradisional sampai SGPT dan SGOT menjadi normal kembali.

Resep 3 Obat Tradisional Hepatitis (Khusus Balita)
Bahan:
Daun pegagan bersama tangkainya .......... 7 lembar
Temulawak ............................................. 1/2 jari tangan
Gula aren dihaluskan ............................... 1 sendok makan
Cara Meramu:
Kupas temulawak, cuci dan iris tipis.Rebus bersama pegagan dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.Beberapa menit sebelum diangkat, masukan gula merah.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional hepatitis (khusus balita )dengan dosis sebagai berikut:
- Anak umur 1-2 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1 sendok makan.
- Anak umur 3-5 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 2 sendok makan.

Demikian artikel resep obat hepatits tradisional ini.Semoga bermanfaat.


Kamis, 02 Juni 2011

Obat Tradisional Perut Kembung

Setiap pasangan orang tua yang telah  mempunyai bayi, sepertinya sudah pernah mengalami kejadian dimana bayi  yang disayanginya mengalami perut kembung.

Gejala bayi kena perut kembung yang saya maksud seperti: perut bayi sering terdengar bunyi gemuruh (kriu..k gruwuk...ukk susah menggambarkannya he..he..), kalau perutnya ditepuk-tepuk terdengar lain dari biasanya seperti bunyi pung-pung, kadang bayi susah BAB misal biasanya si bayi buang air besar sehari 3-4 kali, ini cuma sekali bahkan seharian belum BAB.

Nah untuk mengatasinya gunakan obat tadisional perut kembung sebagai berikut.


Resep Obat Tradisional Perut Kembung pada bayi
Bahan:  1 lembar daun pace (mengkudu)
Cara Meramu:
Cuci bersih daun mengkudu, angin-anginkan sebentar.Setelah kering dari air, olesi permukaan daun mengkudu dengan minyak kelapa kemudian panaskan daun mengkudu diatas api sampai agak layu dan di gulung dikucek sebentar di telapak tangan.
Cara Pemakaian.
Tempelkan daun pace di perut bayi, bisa memakai 1 atau 2 daun pace tergantung besar kecilnya ukuran daun pace.Supaya posisi daun pace tidak bergeser, bayi pakai gurita atau kalau pakai kaos dalam maka ujung kaos dalamnya dimasukan ke dalam celana.
Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari.Obat perut kembung tradisional ini bisa diberikan pada bayi umur 5 minggu sampai umur 2 tahun.

Catatan:
Saya sudah sering menggunakan obat perut kembung tradisional ini pada bayi anak saya yang pertama dan anak kedua.saya biasa memakainya pada pagi hari setelah mandi, saat siang hari daun mengkudu itu sudah kering maka di ganti daun mengkudu yang baru.Dan setelah mandi sore daun mengkudu di ganti yang baru juga.

Biasanya setelah pemakaian daun mengkudu 2-3 kali, bayi akan sering buang angin.Jika sudah begitu si bayi minum ASInya jadi normal, BAB-ya kembali normal dan keceriaan serta kelucuannya datang kembali. 
Demikian tulisan obat tradisional perut kembung pada bayi ini, semoga bermanfaat.



Senin, 23 Mei 2011

Obat Tradisional Biduran (Kaligata)

Penderita yang terserang biduran (kaligata) mendadak timbul gatal-gatal pada kulit.Gatal-gatal tersebut berlangsung lama sehingga penderita merasa kulitnya menjadi tebal.Jika sering digaruk, kulit menjadi kemerah-merahan dan semakin meluas ke seluruh permukaan tubuh.Jika sampai ke bagian muka yang terserang, mata kelihatan membengkak termasuk bibir.

Penderita biduran (kaligata) sebaiknya banyak makan sayuran dan buah-buahan.Kubis sementara dijauhi dulu.Ikan atau makanan yang berbau amis harap menjadi pantangan utama.Jika mandi jangan menggunakan air dingin,tetapi harus air hangat.Akan lebih baik mandi dengan menggunakan obat tradisional biduran (kaligata) lainnya yakni rebusan daun mimba atau rebusan daun mindi.

Berikut adalah pilihan resep yang harus diminum,

Resep 1 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
Kulit batang pule..................... 3 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik... 1 biji
Kunyit sebesar telur ayam....... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Minum ramuan sesudah makan.

Resep 2 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
Daun sambiloto.................. 11 lembar
Meniran.............................. 3 tanaman
Kunyit sebesar telur ayam....1 biji
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong meniran, kupas dan iris tipis kunyit.Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan  dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur minimal selam 4 minggu.

Catatan:
Lebih dari 22 tahun Istri saya menderita biduran (kaligata), dari semenjak kecil seingatnya dari umur 7 tahunan sudah sering kena gatal-gatal.Apalagi kalau hujan-hujaan atau cuaca lagi dingin-dinginnya atau tiduran di lantai biduran (kaligata) ini sering datang menyerang.

Pertama kali saya tawarkan untuk diobati dengan minum jamu tradisional dia ragu,masa sih dengan tanaman liar yang banyak ditemui di semak-semak bisa menyembuhkan penyakit yang bertahun-tahun, begitu katanya...

Setelah saya yakinkan akhirnya dia mau mencoba obat tradisional biduran (kaligata) ini.Saya pakai resep 1 di atas selama 4 minggu setelah istirahat 3 hari, minum obat tradisional dilanjutkan lagi selama 2 minggu total 6 minggu rutin tanpa putus 1 hari pun.

Alhamdullilah sudah lebih dari 3 tahun ini, biduran (kaligata) tidak pernah kambuh lagi, walau sering kena udara dingin atau tiduran di lantai.Mudah-mudahan sembuh total dan sejak itu sekarang dia jadi yakin  akan keampuhan obat tradisional.Jadi kepada Anda atau ada anggota keluarganya yang sering kena biduran (kaligata) jangan ragu untuk mencoba, saya sendiri sudah membuktikan khasiat obat tradisional biduran (kaligata) di atas.

Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat, Terimakasih.